• Kamis, 2 Desember 2021

Banten Potensial Bangun Pariwisata Medis Unggulan, IDI Banten Siap Support

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:27 WIB
Kegiatan IDI Wilayah Banten di Pulau Umang, Pandeglang. (dok IDI Banten)
Kegiatan IDI Wilayah Banten di Pulau Umang, Pandeglang. (dok IDI Banten)

KABARFAJAR-Data research and market pada Maret 2020 menyebutkan bahwa potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai US$ 179,6 juta atau sekitar Rp 2.580,4 triliun.

Global SPA & Welness Summit (GSS) dan Standford Research Institute (SRI) (2011) mengestimasi ada sekitar 17,6 juta wisatawan dengan penerimaan global sebesar US$50 miliar untuk perjalanan kesehatan.

Sementara nilai pasar global wisata kebugaran pada 2017 menurut Global Spa Summit mencapai 687,5 miliar dollar AS dan terus bertumbuh hingga kini.

Baca Juga: Peran Pemuda Dalam Mengisi Kemerdekan RI

Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan jenis wisata tersebut namun belum dimaksimalkan dengan baik. Nama Indonesia tidak muncul, padahal nilai pasar wisata medis sebagaimana dikutip Mordor Intelligence pada 2018 mencapai 19 miliar dollar AS.

Pada 2019 hingga 2025, nilainya mencapai 30 miliar dollar AS. Bahkan Indonesia belum masuk top destinations di Asia dalam medical tourism berdasarkan data Global Healthcare Resources & International Healthcare Resource Center.

Selama ini wisatawan Nusantara telah menghabiskan lebih dari USD 11 miliar per tahun atau lebih dari 100 triliun rupiah untuk berwisata kesehatan di luar negeri.

Hal ini menunjukkan betapa besar potensi pasar yang ada dan sebetulnya bisa dilakukan di Indonesia sehingga diperlukan satu langkah pembenahan secara struktural dalam upaya mengembalikan potensi devisa negara yang hilang.

Baca Juga: Air Kelapa Dibedah dr Zaidul Akbar, Ini Khasiatnya yang Jarang Diketahui Orang

Halaman:

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Terkini

Ini Tarif Lengkap Tol Serang-Panimbang

Selasa, 30 November 2021 | 17:53 WIB
X