• Kamis, 2 Desember 2021

Walikota Tangsel Benyamin Davnie Ancam Sanksi Venesia BSD: Pelanggarannya Semakin Parah

- Rabu, 15 September 2021 | 15:15 WIB
Walikota Tangsel Benyamin Davnie. (Hikmat/Kabar Fajar)
Walikota Tangsel Benyamin Davnie. (Hikmat/Kabar Fajar)


KABARFAJAR - Walikota Tangerang Selatan atau Tangsel Benyamin Davnie mengancam bakal mencabut izin Hotel Venesia BSD, Serpong lantaran berkali-kali langgar PPKM.

Terbaru, pihak Hotel Venesia BSD Serpong itu membuka fasilitas karaoke untuk menjamu tamunya dan digrebek oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Sabtu 11 September 2021.

Padahal, status tempat hiburan itu tengah berproses hukum soal dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terungkap pada 19 Agustus 2020.

Baca Juga: RMI Banten: Presiden yang Dituduh PKI itu Ternyata Cinta Pesantren

Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyebut, pelanggaran yang dilakukan oleh pHotel Venesia BSD Serpong itu sudah sangat parah.

"Izin karaoke sudah sempat dicabut, tapi masih melanggar. Pelanggarannya semakin parah kan," kata Benyamin, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Ulang Tahun Ke-24, Kontroversi Jonatan Christie: Fenomenal di Lapangan hingga Skandal Video Asusila

Soal sanksi, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengklaim, pihaknya tengah melakukan pembahasan dengan tim pengawasan dan pengendalian Pemerintah Kota Tangsel.

"Nanti pak wakil yang mimpin seberapa besar sanksinya yang diberikan. Bisa saja saya minta, bukan saja tempat karaokenya tapi penyelenggara hotelnya diberi sanksi," ungkap Benyamin.

"Makannya nanti saya tidak fokus ke itunya (karaoke) saja, tapi secara keseluruhan (termasuk hotel)," tambahnya.

Baca Juga: Boyband BTS Umumkan Konser, Indomy: Hah Ini Apaan?

Sebelumnya diberitakan, Satpol-PP Kota Tangerang melakukan penyegelan tempat karaoke Venesia Hotel di BSD Serpong, Selasa 14 September 2021.

Penyegalan itu dilakukan, buntut dari penggerebekan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada Sabtu (11/9/2021) dini hari.

Baca Juga: Revitalisasi Ruas Jalan Ramah Pemprov DKI Jakarta di Target Akhir 2021

Kepala Bidang Penegakkan Peratutan dan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel Sapta Mulyana mengatakan, penyegelan dilakukan lantaran karaoke eksekutif Venesia BSD Serpong itu kedapatan beroperasi di tengah PPKM.

"Penindakan ini terkait adanya temuan pelanggaran di masa pandemi kedapatan karaoke ini masih buka di masa pandemi," kata Sapta usai melakukan penyegelan, Selasa 14 September 2021.

Sapta berdalih, pihaknya tak kecolongan atas adanya penggerebekkan yang dilakukab oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya itu.

"Saya tidak merasa kecolongan dan adanya koordinasi di setiap langkah, satu sama lain kerja sama," ungkapnya.

Penyegelan karaoke di Hotel Venesia BSD Serpong itu merupakan kali kedua. Sebelumnya, Bareskrim Polri pernah menggerebek tempat yang sama dan menemukan dugaan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada 19 Agustus 2020 lalu.

Bahkan, ada enam terdakwa yang terlibat dalam kasus tersebut dan masih berproses di Pengadilan Negeri Tangerang. Enam terdakwa itu yaitu Yatim Suwarto alias Yatim, Tofik Triyatno, Astri Mega Purnamasari alias Mami Mesya, Karlina alias Mami Gisel, Yana Rahmana alias Mami Febi, dan Rifa Abadi.

Sementara itu, Manager Hotel Venesia BSD Serpong Arvey mengakui, bahwa karaoke di tempatnya itu beroperasi di tengah PPKM yang berlaku.

Dia berdalih, pembukaan tempat karaoke itu untuk memenuhi permintaan dari tamu hotel. Sementara sejumlah perempuan yang sudah diamankan, dianggap sebagai teman yang dibawa oleh tamu.

"Iya jadi karaoke itu fasilitas kami dari hotel. Nah untuk spa nya memang dari PSBB kami sudah tutup. Nah untuk saat ini kami yang buka hanya hotel dengan kafe saja. Jadi kalau memang dia (tamu) memang mau bisa kami gunakan karaoke. Begitu," ungkapnya. (hikmat/Kabar Fajar)

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Terkini

Ini Tarif Lengkap Tol Serang-Panimbang

Selasa, 30 November 2021 | 17:53 WIB
X