• Sabtu, 29 Januari 2022

RMI Banten: Presiden yang Dituduh PKI itu Ternyata Cinta Pesantren

- Rabu, 15 September 2021 | 14:13 WIB
Ketua RMI Banten KH Imaduddin Utsmani, MA. (dok pribadi)
Ketua RMI Banten KH Imaduddin Utsmani, MA. (dok pribadi)

KABARFAJAR-Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah meneken Peraturan Presiden (Perpres) tentang pondok pesantren mendapat respons positif.

Salah satunya dari RMI Provinsi Banten. RMI Banten menilai bahwa Perpres Pesantren merupakan kado terindah Hari Santri dari pemerintah.

"Saya mencatat setidaknya ada tiga kado indah dari Presiden Jokowi untuk pesantren," kata Ketua RMI Banten KH Imaduddin Utsman, MA, Rabu 15 September 2021.

Baca Juga: Bukan Hanya Lingard, Semua Pemain Manchester United Melakukan Kesalahan

Kiai Imaduddin, merinci pertama penetapan hari santri setiap tanggal 22 Oktober, kedua bantuan BOP pesantren yang mulai digulirkan tahun ini, dan ketiga Peraturan Presiden No 82  tahun 2021 tentang pendanaan pesantren, yang baru ditandatangani.


"Presiden Jokowi yang dituduh PKI itu ternyata dapat membuktikan kecintaan dan perhatiannya kepada pesantren. Sejak 76 tahun Indonesia merdeka baru Presiden Jokowi yang mempunyai perhatian husus bagi dunia pesantren, tentunya ini patut kita syukuri. Dan semoga amanah ini dapat dijalankan baik oleh Menteri Agama," lanjutnya lagi.

Baca Juga: Kabar Gembira, LRT Jabodebek Beroperasi 2022: Melayani Transportasi Warga Jakarta dan Sekitarnya

Kata dia, di Banten sebenarnya Perpes ini sudah tertinggal 4 tahun lalu, khususnya pada pasal 9 tentang bantuan pesantren oleh Pemda.

"Karena Gubernur Banten sejak empat tahun lalu sudah memiliki perhatian kepada pesantren dengan diberikannya dana hibah untuk seluruh pesantren yang berjumlah tiga ribu lebih. Kita berharap perpes ini dapat semakin meningkatkan perhatian Pemprov Banten dalam bidang pendidikan pesantren," ujarnya.

Baca Juga: Denny Sumargo Suka Wanita yang Dominan, Luna Maya: Lu Gak Takut Diledekin

Rabithah al-Ma'ahid al-Islamiyyah atau RMI adalah lembaga Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren. Di tiap provinsi, ada RMI provinsi.

Terbitnya Perpres ini memang diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia karena ada regulasi baru yang memperkuat bagi pemerintah  daerah untuk membantu dalam hal alokasi anggaran.

“Terbitnya Perpres ini adalah sebuah momentum besar bagi dunia pesantren. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang memiliki komitmen dan perhatian besar dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan pesantren,” ujar Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas dikutip Kabar Fajar dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu 15 Maret 2021.

Menag Yaqut  mengungkapkan, Perpres No 82 Tahun 2021 ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 September 2021.

Panyusunan Perpres ini dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan melibatkan para pihak dari lintas kementerian/lembaga negara dan stakeholders pesantren.

Menag menjelaskan, dengan terbitnya Perpres Nomor 82 Tahun 2021 ini, pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu pesantren.

Hal ini menjadi langkah positif sebab selama ini, ada keraguan sebagian pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pesantren lantaran pos pendidikan keagamaan dianggap sebagai urusan pusat  atau Kemenag.
 
 “Dengan terbitnya Perpres ini, Pemda tidak perlu ragu lagi mengalokasikan anggaran untuk membantu pesantren,” tegas Menag.***

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Terkini

X