• Senin, 3 Oktober 2022

10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama. Mengapa? Simak di Sini!

- Jumat, 29 Juli 2022 | 13:00 WIB
1 Muharram 2022 (Foto: pixabay)
1 Muharram 2022 (Foto: pixabay)

KABARFAJARMuharram merupakan Bulan pertama dalam kalender Islam atau biasa disebut kalender hijriah. Diawali dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Banyak orang menganggap bahwa 10 Muharram disebut sebagai lebaran yatim atau Idul Yatama. Bagaimana asal-usulnya?

Bagi masyarakat Muslim, Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru, sehingga menjadi hal yang wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai "Hari Raya Umat Islam” tapi tidak setara dengan Idul Fitri dan Idul Adha, ini berbeda. Adapun Tradisi menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram sudah ada sejak dulu. Tradisi ini dilakukan oleh para ulama maupun masyarakat umum.

 Baca Juga: Roy Suryo Jalani Pemeriksaan, Tersangka Kasus Meme Stupa Candi Borobudur

Idul Yatama adalah momen untuk membahagiakan hati anak yatim. Tidak dimaksudkan sebagai hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Idul Yatama menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan orang-orang agar terbuka mata hatinya dan lebih peduli dalam memperhatikan nasib anak-anak yatim.

Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram). Di mana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Baca Juga: Ini Dia Yamaha Niken GT, Motor Gede Roda Tiga, Sudah Mengaspal di Indonesia, Penuh Percaya Diri

Kemudian dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.

Demikian penjelasan kenapa Tanggal 10 Muharram disebut sebagai lebaran anak yatim atau Idul Yatama. ***

Halaman:

Editor: Agus Iryana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gus Baha: Allah yang Berkuasa Mengatur Rezeki, Bukan Kamu

Minggu, 25 September 2022 | 06:46 WIB

Gus Baha: Musuh yang Paling Dekat

Jumat, 23 September 2022 | 14:01 WIB
X