Puasa Syawal Bisa Berubah Status Hukumnya Menjadi Makruh dan Haram Jika Dikerjakan Seperti Ini

- Kamis, 5 Mei 2022 | 11:19 WIB
Status hukum puasa Syawal bisa menjadi makruh dan haram jika seperti ini. (Instagram @lensamu)
Status hukum puasa Syawal bisa menjadi makruh dan haram jika seperti ini. (Instagram @lensamu)

KABARFAJAR - Sudah cukup masyhur bahwa usai puasa Ramadhan sebulan penuh ada satu amalan sunnah yang dianjurkan umat Islam untuk berpuasa yaitu puasa Syawal.

Dimana puasa Syawal dikerjakan selama enam hari berturut-turut di bulan Syawal.

Mengerjakan puasa Syawal hukumnya adalah sunnah bila dikerjakan bagi orang yang tidak memiliki tanggungan puasa wajib, baik qadha puasa Ramadhan atau puasa nazar.

Baca Juga: Keutamaan, Niat dan Hukum Mengerjakan Amalan Puasa Syawal Selama Enam Hari

Namun puasa Syawal bisa menjadi makruh bagi orang yang punya utang puasa Ramadhan karena Uzur (misalnya sakit, perjalanan jauh, atau lainnya).

Sedangkan, bagi orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena sengaja tanpa Uzur status hukumnya berubah menjadi haram.

Baca Juga: Buya Yahya Bongkar Perbedaan Aurat Perempuan Tua dan Wanita Muda, Jangan sampai Keliru

Alangkah baiknya tunaikan dulu puasa wajib baru kemudian mengerjakan puasa Syawal.

Bagi mereka yang berpuasa wajib di bulan Syawal tetap memperoleh keutamaan puasa Syawal meski pahalanya tidak sebesar yang yang disebutkan hadits.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SURAT YASIN, Bahasa Arab, Bahasa Latin dan Terjemah

Jumat, 25 November 2022 | 05:00 WIB
X