Lain Keur Ngaji

- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 13:53 WIB

OLEH: OCIT ABDURROSYID SIDDIQ
Penulis adalah santri kampung

Ketika bangsa Arab hidup dalam situasi jahiliyah tersebab mereka menjauh dari norma tauhid yang dibawa Ibrahim Alaihissalam, diutuslah Muhammad SAW oleh Allah SWT sebagai pembawa petunjuk arah hidup selamat dan beradab bagi umat.

Sebelumnya, telah ada utusan Allah SWT yang mengemban tugas yang sama, namun ditunjuk dan diangkat di tempat lain.

Muhammad SAW sebagai penerus ajaran utusan-utusan Allah SWT sebelumnya, mewarisi Kabah di Makkah sebagai episentrum ajaran Islam.

Baca Juga: PANAS, Nottingham Forest vs Liverpool di Anfield, Ini Live Streaming dan Prediksi Pemain

Dari Makkah ajaran Islam menyebar ke berbagai belahan dunia. Dari berbagai belahan dunia umat Islam berbondong ke Makkah dan khususnya Kabah, sebagai simbol komitmen atas ajaran yang diyakini benar dan bisa memberi jalan selamat.

Dibawah dirigen Muhammad SAW, umat Islam hidup dalam harmoni yang indah, seperti senandung orchestra dibawah seorang konduktor yang piawai dalam meluruskan setiap nada yang menyimpang dari partiture.

Umat yang tadinya berserak dan hidup dalam ketakberaturan, dari perilaku biadab berubah menjadi beradab.

Tauhid yang semula terbagi dalam beragam ritual manusia menghadap berbagai arah dengan menghambakan diri kepada Latta dan Uza sebagai pusatnya, oleh Muhammad SAW berhasil dibawa kembali berpaling ke Kabah yang merupakan baitullah, rumah Allah SWT, sebagai satu-satunya lokasi pusat penghambaan seluruh umat manusia kepada tuhannya.

Perlahan tapi pasti, pola hidup umat kembali tertata rapi. Ajaran yang telah terbukti membentuk masyarakat biadab menjadi beradab ini, menuai simpati dan ketertarikan dari masyarakat dunia lainnya.

Kabah dan Makkah menjadi perbincangan setiap insan. Keinginan untuk merapatkan diri dan bersatu dalam ajaran Islam menjadi dambaan dan harapan.

Keberhasilan Muhammad SAW dalam mengemban tugas keilahian mengubah tatanan dunia ini, kemudian dilanjutkan oleh para penerusnya.

Sejarah mencatat, ajaran Islam kemudian menyebar ke seantereo dunia. Penduduk bumi di hampir tiga perempatnya bersatu dalam komitmen dan iman yang sama, bahwa laa ilaaha illallah, dan Muhammad SAW utusanNya.

Terlepas dari cara persebaran agama yang pada wilayah tertentu muncul karena kesadaran penduduknya untuk memeluk Islam, dan pada wilayah lain dilakukan dengan cara peperangan dan penaklukan wilayah, prestasi ini sempat menjadikan Islam sebagai adikuasa dunia. Menggeser posisi Romawi  dan Persia yang sebelumnya menjadi kiblat umat manusia.

Islam di masa Khulafaurrosyidin, masa Dinasti Umayyah, masa Dinasti Abbasyiah, dan masa Dinasti Fathimiyyah, menjadi adikuasa dunia.

Bukan hanya pada aspek militer, diplomasi, kekuasan, politik, ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan saja. Bahkan dunia ilmu pengetahuan dengan beragam penelitian begitu gencar dilakukan.

Dunia Islam dalam puncak kejayaan. Islam yang merambah mulai dari Asia, Eropa, dan Afrika, berhasil menancapkan tonggak dan panji-panji kejayaan.

Halaman:

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Estafeta Kepemimpinan Muda di Banten

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:16 WIB

1 Abad NU

Minggu, 22 Januari 2023 | 20:57 WIB

Kilas Balik Sosok Mujaddidul Islam Abad 20

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:48 WIB

Akhlak Bangsa

Minggu, 22 Januari 2023 | 10:54 WIB

Jalan Panjang Calon Senator

Rabu, 18 Januari 2023 | 10:15 WIB

KKM di Kampung KB

Selasa, 17 Januari 2023 | 13:38 WIB

Tanggung Jawab Moral Cendekiawan

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

77 Tahun Kemenag Mengabdi

Selasa, 3 Januari 2023 | 06:59 WIB

3 Kunci Hadapi Tahun Baru 2023

Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:29 WIB

Geliat Investasi Didominasi Milenial dan Gen Z

Rabu, 28 Desember 2022 | 07:34 WIB

Perisai 3 Ibu

Jumat, 23 Desember 2022 | 13:19 WIB

Rekonsiliasi UAKPA-KPPN: Dulu dan Sekarang

Jumat, 23 Desember 2022 | 08:08 WIB

MANAJEMEN DAM

Selasa, 20 Desember 2022 | 07:56 WIB

IBU

Senin, 19 Desember 2022 | 05:47 WIB

Quo Vadis Kepsek dan Pengawas

Sabtu, 17 Desember 2022 | 08:01 WIB
X