• Kamis, 8 Desember 2022

Menghormati Senior Mengayomi Junior

- Rabu, 7 September 2022 | 12:49 WIB
Opini tentang menghormati senior mengayomi Junior oleh Ocit Abdurrosyid Siddiq.
Opini tentang menghormati senior mengayomi Junior oleh Ocit Abdurrosyid Siddiq.

Ocit Abdurrosyid Siddiq
Penulis pernah mengajar di pondok pesantren

Dunia pesantren kembali berduka. Seorang santri di pondok pesantren Darussalam Gontor Ponorogo meninggal dunia. Tragedi ini diduga terjadi karena adanya tindak kekerasan fisik atau penganiayaan yang dilakukan oleh santri senior kepada almarhum.

Semoga dinda almarhum husnul khotimah dan keluarga diberi ketabahan. Kita bisa membayangkan kesedihan keluarga, yang semula menitipkan anaknya ke pondok pesantren untuk diajar dan dididik, kembali ke rumah sebelum waktunya dalam wujud jenazah.

Sebelumnya, kita juga dikagetkan oleh tragedi yang sama, bahkan lebih tidak manusiawi. Seorang santri Pondok Pesantren Daarul Qur'an Lantaburo Cipondoh, Kota Tangerang, tewas dikeroyok oleh 12 orang temannya. Penyebabnya, dia dianggap tidak sopan pada senior.

Aparat penegak hukum sedang dan telah menangani kasus ini. Dari 12 tersangka pelaku, 5 ditahan dan 7 dikembalikan kepada orangtuanya. Dikembalikan kepada orangtuanya karena 7 santri tersebut belum berumur 14 tahun.

Bahkan sebelumnya, juga ada peristiwa serupa yang terjadi di pondok pesantren. Seorang santri tewas akibat tindak kekerasan fisik seorang temannya. Kejadian di pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Tangerang ini, juga sedang dalam penanganan aparat penegak hukum.

Tiga peristiwa kekerasan fisik yang terjadi di pondok pesantren ini hanya berselang tidak lebih dari 1 bulan. Yang pertama pada 7 Agustus 2022. Yang kedua pada 27 Agustus 2022, dan yang terakhir bahkan terjadi pada 22 Agustus 2022, yang kemudian beritanya mencuat pada awal pekan September 2022.

Ragam reaksi bermunculan dari masyarakat. Mulai dari yang menghujat, menuntut, prihatin, hingga ada juga yang berupaya untuk menutupi peristiwa sebagai cara untuk meredam gejolak. Terlepas dari ragam reaksi tersebut, penghilangan nyawa seseorang dengan cara kekerasan fisik adalah perbuatan yang tidak manusiawi.

Tragedi kemanusiaan ini mesti menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Baik bagi pengasuh pondok pesantren, orangtua, juga calon santri. Pihak pondok mesti lebih memerhatikan para santrinya, bukan hanya pada aspek pembelajaran saja.

Halaman:

Editor: Hasbullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Laporan Keuangan bagi UMKM

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:26 WIB

Masih Di KPPN Khusus Investasi

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:59 WIB

Harapan Inovasi Menekan Retur SP2D

Rabu, 7 Desember 2022 | 08:58 WIB

Penyakit Masyarakat

Senin, 5 Desember 2022 | 08:03 WIB

MTQ di Era Digital

Senin, 28 November 2022 | 05:00 WIB

Guru Pusaka Bangsa

Sabtu, 26 November 2022 | 16:05 WIB

Guru Kehidupan

Kamis, 24 November 2022 | 05:36 WIB

Bola Dakwah

Rabu, 23 November 2022 | 07:50 WIB

Nasehat Dibalik Bencana

Senin, 21 November 2022 | 21:25 WIB

Keliru Alat Takar

Kamis, 17 November 2022 | 09:55 WIB

Sinar Peradaban

Selasa, 15 November 2022 | 17:43 WIB

Ayah, Bagaimana Kabarmu?

Sabtu, 12 November 2022 | 10:34 WIB

Menjadi Pionir Kebajikan

Kamis, 10 November 2022 | 19:20 WIB

Sukses Jadi Kiai Miliarder yang Dermawan

Senin, 7 November 2022 | 05:35 WIB

Setiap Anak Itu Unik Menjadi Magnet dalam Pendidikan

Minggu, 6 November 2022 | 09:39 WIB
X