• Senin, 3 Oktober 2022

Mengakhiri Masalah Kemiskinan

- Kamis, 14 Juli 2022 | 13:10 WIB
Sayifullah (KabarFajar.com)
Sayifullah (KabarFajar.com)

Oleh: Sayifullah

Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kemiskinan merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan masalah yang banyak dialami oleh negara-negara sedang berkembang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa di negara-negara maju pun masih terdapat penduduk miskin, kemiskinan adalah keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi hak-hak dasarnya untuk dapat hidup layak dan bermartabat.

Menurut World Bank, kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk hidup layak dengan pendapatan per hari kurang dari US$ 2.

Persoalan kemiskinan juga menjadi persoalan yang dihadapi oleh negara Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa dan saat ini telah lepas dari kategori developing and least-developed countries.

Tetapi faktanya, pada September 2021 terdapat 26,50 juta jiwa yang termasuk ke dalam kategori penduduk miskin. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi covid-19 di mana jumlah penduduk miskin pada September 2019 adalah sebanyak 24,78 juta jiwa (Statistik BPS).

Kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang ditandai dengan pengangguran dan keterbelakangan, yang kemudian meningkat menjadi ketimpangan. Lalu yang menjadi pertanyaan mendasar adalah sudahkah pembangunan selama ini dilaksanakan secara tepat dalam mengatasi persoalan kemiskinan? Respon dari pertanyaan ini akan mengundang jawaban yang beragam dan bergantung pada sudut pandang masing-masing pihak.

Faktanya saat ini kemiskinan telah menjadi sumber petaka bagi kelangsungan hidup umat manusia dan lebih jauh lagi akan mendorong disintegrasi sosial bagi bangsa Indonesia jika gagal dalam menanggulanginya.

Masalah kemiskinan haruslah ditempatkan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama baik itu pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat luas pada umumnya. Dengan demikian pemecahan masalah ini menjadi lebih sinergis, berdaya dan berhasil.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Quo Vadis Dunia Pendidikan

Rabu, 14 September 2022 | 07:50 WIB

Rumah Besar NKRI

Kamis, 8 September 2022 | 06:08 WIB

Menghormati Senior Mengayomi Junior

Rabu, 7 September 2022 | 12:49 WIB

Distopia Coattail Effect

Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:06 WIB

NKRI Kita

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:53 WIB

Nilai Keagungan Pernikahan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:32 WIB

Pesona yang Mempesona

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:09 WIB

MWC NU Bayah Gelar Kajian Kitab Kuning

Minggu, 24 Juli 2022 | 08:15 WIB

Lampu Kuning Buat Prabowo

Selasa, 19 Juli 2022 | 16:14 WIB

Mengakhiri Masalah Kemiskinan

Kamis, 14 Juli 2022 | 13:10 WIB

Menjaga Tradisi Keilmuan Pesantren

Jumat, 8 Juli 2022 | 04:52 WIB

Bukan Hanya Tahu yang Bulat

Minggu, 3 Juli 2022 | 11:49 WIB

Konsep Mudharabah Dalam Mendukung UMKM

Jumat, 1 Juli 2022 | 18:48 WIB

Zakat dalam Perspektif Ekonomi Islam

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:08 WIB

Antara Ilmu dan Akhlak

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:34 WIB
X