Zakat dapat Membantu Masyarakat Sekitar Khususnya Kaum Muslim

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:12 WIB
ilustrasi Zakat dapat membantu masyarakat. (canva.com)
ilustrasi Zakat dapat membantu masyarakat. (canva.com)

Oleh: Ade Irpan

Universitas Pamulang

Zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang kedua. Sehingga zakat secara normatif merupakan suatu kewajiban mutlak yang dimiliki oleh setiap orang Muslim.

Oleh sebab itu, zakat menjadi salah satu landasan keimanan seorang muslim, dan zakat juga dapat dijadikan sebagai indikator kualitas keislaman yang merupakan bentuk komitmen solidaritas seorang Muslim dengan sesama muslim yang lain.

Harta yang wajib di zakatkan haruslah harta yang baik dan halal, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 267 yang isinya : Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.

Zakat juga merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai sosial yang tinggi. Selain itu, zakat juga memberi dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bahwa dengan berzakat golongan kaya (muzakki) dapat mendistribusikan sebagian hartanya kepada golongan fakir miskin (mustahiq), maka terjadilah hubungan yang harmonis antara golongan kaya dan fakir miskin. Sehingga golongan fakir miskin dapat menjalankan kegiatan ekonomi di kehidupannya.

Zakat juga memiliki peran yang begitu luas. Salah satu peran yang dimiliki oleh zakat adalah peran terhadap pengurangan angka kemiskinan masyarakat.

Dan zakat dikumpulkan kepada amil zakat yang selanjutnya dikelola dengan baik dan zakat akhirnya didistribusikan kepada mustahiq.

Dengan demikian, mustahiq diharapkan akan berubah statusnya menjadi muzakki. Sehingga angka kemiskinan di masyarakat dapat berkurang dengan adanya perubahan status mustahiq menjadi muzaki.

Peran zakat secara makro jika melihat sejarah pemerintahan khalifah Umar Bin Khattab, bahwa zakat merupakan sumber pemasukan Negara islam selain pajak dan lain sebaginya.

Sehingga zakat mempunyai peran yang sangat central dalam ekonomi islam. Bukan hanya individu saja yang dapat merasakan dampak positif zakat, melainkan sebuah Negara juga dapat merasakan dampak dari zakat untuk perekonomian Negara, yakni sebagai sumber lain pemasukan Negara.

Dari berbagai hikmah maka zakat dapat dibagi menjadi tiga macam atau aspek, yaitu diniyyah, khuluqiyyah, dan ijtimaiyyah. Yaitu :

1. Faidah diniyyah (segi agama)

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NU

Minggu, 5 Februari 2023 | 10:32 WIB

Estafeta Kepemimpinan Muda di Banten

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:16 WIB

1 Abad NU

Minggu, 22 Januari 2023 | 20:57 WIB

Kilas Balik Sosok Mujaddidul Islam Abad 20

Minggu, 22 Januari 2023 | 13:48 WIB

Akhlak Bangsa

Minggu, 22 Januari 2023 | 10:54 WIB

Jalan Panjang Calon Senator

Rabu, 18 Januari 2023 | 10:15 WIB

KKM di Kampung KB

Selasa, 17 Januari 2023 | 13:38 WIB

Tanggung Jawab Moral Cendekiawan

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

77 Tahun Kemenag Mengabdi

Selasa, 3 Januari 2023 | 06:59 WIB

3 Kunci Hadapi Tahun Baru 2023

Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:29 WIB

Geliat Investasi Didominasi Milenial dan Gen Z

Rabu, 28 Desember 2022 | 07:34 WIB

Perisai 3 Ibu

Jumat, 23 Desember 2022 | 13:19 WIB

Rekonsiliasi UAKPA-KPPN: Dulu dan Sekarang

Jumat, 23 Desember 2022 | 08:08 WIB

MANAJEMEN DAM

Selasa, 20 Desember 2022 | 07:56 WIB

IBU

Senin, 19 Desember 2022 | 05:47 WIB
X