• Sabtu, 25 Juni 2022

Mengapa Perlu Sertifikasi Profesi?

- Rabu, 26 Januari 2022 | 08:40 WIB
Dr Muljadi
Dr Muljadi

OLEH: DR. MULJADI, MM
Drektur LSP  Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT)

Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas pekerja di Indonesia cukup rendah dimana para tenaga kerja Indoensia  masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Negara tetangga lainnya.

Hal ini semakin diperparah dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dimana pekerja Indonesia harus bersaing dengan pekerja dari negara ASEAN.

MEA sendiri adalah sistem perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dimana kawasan MEA mengharuskan membebaskan arus tenaga terampil. Oleh karena itu, sekarang banyak orang yang berlomba-lomba guna mendapatkan gelar akademik yang lebih tinggi (S1/S2/S3).

Tetapi apakah cara tersebut sudah benar? Cara tersebut dibenarkan sebatas untuk lingkungan akademik. Tetapi untuk lingkungan kerja tentunya tidak benar. Jadi apa yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja? Jawabannya adalah sertifikasi profesi.

Sertifikasi profesi adalah suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik.

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. Sebagai organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia.

Baca Juga: Sertifikasi Kompetensi dan Lembaga Sertifikasi Profesi: Sebuah Kebutuhan Perguruan Tinggi (1)

LSP dipersiapkan pembentukannya oleh suatu panitia kerja yang dibentuk oleh atau dengan dukungan Lembaga atau  asosiasi industri terkait. Susunan panitia kerja terdiri dari ketua/direktur  bersama sekretaris, dibantu beberapa anggota. Personal panitia mencakup unsur industri, asosiasi profesi, instansi teknis terkait dan pakar.

Halaman:

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesantren dan Penguatan Pendidikan Karakter

Jumat, 24 Juni 2022 | 07:18 WIB

Goes To Pare dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Selasa, 14 Juni 2022 | 13:00 WIB

Haji Miniatur Pendidikan Islam Terpadu

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:04 WIB

Ibadah Haji

Selasa, 14 Juni 2022 | 08:02 WIB

Kado Indonesia untuk Dunia

Senin, 13 Juni 2022 | 05:57 WIB

Jabatan dan Kekuasaan

Jumat, 10 Juni 2022 | 17:47 WIB

Seberapa Menyengatkah Koalisi Semut Merah

Jumat, 10 Juni 2022 | 14:04 WIB

Damai dan Cinta Tulus dalam Harap

Senin, 6 Juni 2022 | 14:20 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila

Rabu, 1 Juni 2022 | 07:46 WIB

Haul ke-129 Syekh Nawawi Al-Bantani

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:10 WIB

Buya Syafii Maarif, Negarawan Sesungguhnya

Jumat, 27 Mei 2022 | 20:16 WIB

Penguatan Pendidikan Ekonomi Syariah

Kamis, 26 Mei 2022 | 09:15 WIB

Bangkit Tanpa Diskriminasi

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:42 WIB

Untuk Penjabat Gubernur Banten

Rabu, 18 Mei 2022 | 11:12 WIB
X