• Kamis, 2 Desember 2021

Perebutan Kursi Ketua Umum PBNU, Haruskah Ada Rivalitas PMII Versus HMI?

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:10 WIB
Gedung Siger Lampung di Tunjuk sebagai salah satu gedung acara Muktamar NU ke 34 (NU Online)
Gedung Siger Lampung di Tunjuk sebagai salah satu gedung acara Muktamar NU ke 34 (NU Online)

OLEH MASDUKI DURYAT
Praktisi pendidikan, tinggal di Kandanghaur Indramayu

Kritik tajam disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin, MA., Ketua Umum PP Pergunu terkait dengan makin tersingkirnya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari top figur PBNU, sebaliknya justru kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mulai dominan. Bahkan Prof. Asep sampai mengatakan, “untuk apa mendirikan PMII, jika ketua umum PBNU kader HMI”.

Sehingga KH. Imam Jazuli juga sampai pada kesimpulan dengan tanpa menafi’kan peran organisasi mahasiswa keislaman lainnya menggarisbawai, satu-satunya anak ideologis NU di lingkungan mahasiswa adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Tidak ada organisasi kemahasiswaan yang sanad keilmuan, intelektualitas dan spiritualitas yang lahir dari kalangan NU selain PMII. Walaupun pada realitasnya ada warga NU yang aktif di organisasi lain seperti di HMI dan lainnya. Tetapi secara ideologis, PMII lah yang mewarisi ideologi NU, bukan HMI atau lainnya.

Tentu pandangan-pandangan ini konteksnya untuk membangkitkan kembali ghirah dan kiprah keilmuan, intelektualitas dan modalitas kepemimpinan kader PMII untuk terus menunjukkan jati dirinya dalam berkontestasi di internal NU maupun level kepemimpinan nasional.

PMII dan Keprihatinan

Diskursus mengenai sosok yang layak dan memiliki kapabilitas untuk memimpin PBNU menjadi sangat dinamis, setelah mantan Ketua PB PMII Hery Haryanto Azumi menyampaikan pernyataan bahwa kader PMII harus siap menjadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dan bahkan Presiden Indonesia.

Pada pandangan Hery Haryanto Azumi PMII secara kelembagaan, merupakan satu-satunya organisasi yang memiliki kaitan langsung secara keilmuan dengan NU.
Dalam AD/ART PMII disebutkan bahwa keislaman adalah nilai-nilai Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Sehingga menurut KH. Imam Jazuli—seperti dijelaskan di atas—hal penting yang patut digarisbawahi, satu-satunya anak ideologis NU di lingkungan mahasiswa adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tidak ada organisasi mahasiswa yang sanad keilmuan, intelektualitas dan spiritualitas yang lahir dari NU selain PMII.

Halaman:

Editor: Tuti Ameliah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala dan Buntut

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:00 WIB

Meneladani Rasul Paripurna

Selasa, 30 November 2021 | 06:10 WIB

Hoax dan Jihad Kaum Santri

Senin, 29 November 2021 | 13:25 WIB

Guru

Rabu, 24 November 2021 | 18:54 WIB

Hormati Gurumu, Sayangi Teman

Rabu, 24 November 2021 | 15:13 WIB

Menggali Potensi Ekonomi Pesantren

Minggu, 21 November 2021 | 08:51 WIB

Menulis Tradisi Intelektual Santri

Jumat, 19 November 2021 | 13:16 WIB

LHKPN Untuk PAW

Jumat, 19 November 2021 | 12:55 WIB

Pedulilindungi Ulama

Kamis, 18 November 2021 | 18:19 WIB

Fenomena Nyinyir

Senin, 15 November 2021 | 17:38 WIB

HIPMI dan Penciptaan Wirausaha Baru

Minggu, 14 November 2021 | 14:21 WIB

Keramat Seorang Ibu

Minggu, 14 November 2021 | 13:05 WIB

Mendorong Digitalisasi UMKM

Sabtu, 13 November 2021 | 17:02 WIB

Potret Kepemimpinan Generasi Milenial

Sabtu, 13 November 2021 | 07:02 WIB

Halimah Penjaga Amanah

Rabu, 10 November 2021 | 14:31 WIB

Merasa Menjadi Pahlawan

Rabu, 10 November 2021 | 08:01 WIB

Perhatian Pemda Untuk KPU

Selasa, 9 November 2021 | 06:05 WIB

Kisah Seseorang yang Bernama Gus Dur di Wonosobo

Senin, 8 November 2021 | 12:01 WIB
X