• Rabu, 7 Desember 2022

Sri Mulyani Memastikan Dunia Akan Jatuh Ke Jurang Resesi Ekonomi Tahun Depan. Bagaimana Nasib Indonesia?

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Tangkapan layar BPMI Setpres)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Tangkapan layar BPMI Setpres)

KABARFAJAR-Menteri keuangan Sri Mulyani Kembali mengungkit soal resesi ekonomi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023.

Sri Mulyani mengingatkan hal tersebut sudah terlihat dari kebijakan pengetatan moneter berupa kenaikan suku bunga acuan di bank sentral sejumlah negara.

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023. Inilah yang sekarang sedang terjadi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin, 27 September 2022.

Menurut Sri Mulyani, kenaikan suku bunga acuan bank central sejumlah negara membuat bayang-bayang resesi ekonomi dunia semakin nyata.

Baca Juga: Lowongan Kerja Oktober 2022 PT Multi Elok Cosmetic di Modern Cikande Bagi Lulusan Apoteker dan Kimia

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi sejumlah negara yang dinilainya melambat pada kuartal II tahun 2022.

Negara yang dimaksud adalah Amerika serikat, China, dan Inggris.

Lebih detail Sri Mulyani menyebut bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) sudah mengerek suku bunga acuan 75 basis poin (bps) dari 2,25-2,5 persen menjadi 3-3,25 persen pada September 2022.

Lalu suku bunga acuan bank sentral Inggris sudah naik 200 bps selama 2022. Inggris sendiri kini tengah dilanda krisis ekonomi yang disebabkan naiknya biaya hidup.

Halaman:

Editor: Hasbullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dampak APG Gunung Semeru, BNPB: 1.979 Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:18 WIB
X