• Selasa, 29 November 2022

Jokowi Dianugrahi Gelar La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara oleh Kesultanan Buton, Ini Maknanya

- Selasa, 27 September 2022 | 19:23 WIB
Presiden Jokowi mendapat gelar kehormatan adat dari  Kesultanan Buton saat melakukan kunjungan kerja di  Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 27 September 2022.  (ayosolo.id/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi mendapat gelar kehormatan adat dari Kesultanan Buton saat melakukan kunjungan kerja di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 27 September 2022. (ayosolo.id/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

KABARFAJAR - Presiden Joko Widodo alias Jokowi dianugerahi gelar kehormatan Adat Kesultanan Buton La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara dalam acara yang diselenggarakan di Baruga Keraton Kesultanan Buton, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 27 September 2022.

Dalam penganugerahan gelar tersebut, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Kesultanan Buton yang didominasi warna hitam.

Sebelum disematkan peci dan tongkat kepada Presiden Jokowi, perwakilan Kesultanan Buton, La Ode Muhamad Arsal menjelaskan makna gelar tersebut.

Baca Juga: 10 Kata Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal 1444 H, Mari Sambut dengan Bahagia

“Gelar tersebut bermakna seorang laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah hati, sopan santun, arif dan bijaksana, jujur dan adil, bertanggungjawab, memberi teladan dan panutan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat di Nusantara (Indonesia),” kata La Ode Muhamad Arsal.

Jokowi pun mengapresiasi Kesultanan Buton karena telah memelihara dan menjaga kearifan lokal di tengah modernisasi dan derasnya budaya asing.

Baca Juga: UPDATE, Harga Mobil Baru Toyota Fortuner dan Pajero Sport 2022, Lebih Murah Mana Ya

Ia pun berharap agar Kesultanan Buton bisa terus memelihara adat, tata krama, hingga sopan santun sebagai budaya asli di Tanah Air.

“Saya sangat menghargai dirawatnya, dipeliharanya adat, dipeliharanya tradisi, dirawatnya kearifan-kearifan lokal di Kesultanan Buton ini. Meskipun modernisasi, budaya asing yang terus menggerogoti budaya-budaya kita, tapi saya melihat adat, tradisi, kearifan lokal, tata krama tetap dipelihara dan dirawat di Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara,” ucap Presiden.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X