• Kamis, 8 Desember 2022

Mantan Kepala BIN Ungkap Darurat Kebocoran Data NIK KTP, Ini Penyebabnya

- Sabtu, 17 September 2022 | 21:58 WIB
Ilustrasi netizen mulai curiga jika Bjorka merupakan orang Indonesia. (Pixabay/FotoArt-Treu)
Ilustrasi netizen mulai curiga jika Bjorka merupakan orang Indonesia. (Pixabay/FotoArt-Treu)



KABARFAJAR - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso angkat bicara soal hebohnya kebocoran data milik pemerintah. Dia melihat persoalan ini merupakan satu urgensi penting.

Bang Yos, sapaan akrab, menyoroti kebocoran data E-KTP, bukan data-data di ranah siber, sebagai sebuah kedaruratan karena menjadi basis data kependudukan rakyat Indonesia secara luas.

Menurutnya, data di ranah siber cenderung masih kontroversial, belum jelas, dan simpang siur. Bang Yos berharap pemerintah juga menitikberatkan fokus permasalahan pada data E-KTP.

Baca Juga: Pemuda Madiun Tersangka Peretasan Bjorka Kembali Dibawa ke Bareskrim Polri

Pertama, Sutiyoso melihat proyek E-KTP sejak awal tampak “cacat lahir”. Terdapat korupsi besar-besaran saat proyek pertama kali dibuat pada tahun 2012 hingga 2014 yang dilakukan oleh oknum legislatif dan eksekutif.

“Terbukti dari terungkapnya kasus korupsi E-KTP. Pimpinan tertinggi DPR RI ditangkap dan divonis 15 tahun penjara. Dan saya rasa masih ada oknum lain yang belum sempat tertangani,” kata Bang Yos, Sabtu 16 September 2022.

Kedua, Bang Yos menganggap sebuah proyek yang cacat lahir pasti tidak akan sempurna sebagaimana yang direncanakan. Konon kabarnya, dari anggaran dana Rp6 triliun ini ada lebih dari separuhnya yang “dijarah” beramai-ramai.

Baca Juga: APES, Disebut Antek Hacker Bjorka, Pemuda Madiun jadi Tersangka

“Saya mendengar, dalam kasus ini ada subkontraktor yang tidak dibayarkan oleh konsorsium. Akibatnya ada sekitar 90 juta keping chip E-KTP penduduk Indonesia yang “hilang” atau ditahan oleh subkontraktor tersebut. Kemana data itu?,” kata Sutiyoso mempertanyakan.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dampak APG Gunung Semeru, BNPB: 1.979 Jiwa Mengungsi

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:18 WIB
X