• Jumat, 9 Desember 2022

41 Orang Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bogor, BNPB Ingatkan Warga di Lereng Gunung

- Selasa, 20 September 2022 | 10:05 WIB
 Gerakan tanah di Kabupaten yang merusak terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, 14 September 2022. Foto Dok BNPB.
Gerakan tanah di Kabupaten yang merusak terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, 14 September 2022. Foto Dok BNPB.

KABARFAJAR - Sebanyak 41 warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa mengungsi ke dua titik lokasi yang lebih aman setelah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat adanya fenomena pergerakan tanah.

Dua lokasi yang menjadi tempat pengungsian itu meliputi Villa Roso, Kampung Curug, RT 02 RW 09 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang dan Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Menurut asesmen sementara, fenonema pergerakan tanah yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan pada Rabu 14 September 2022. Laporan visual didapatkan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Lima Desa di Sukabumi, Sejumlah Rumah Porak-Poranda

"Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan di bagian dinding berupa retak hingga roboh di beberapa sisi," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa 20 September 2022.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor per Senin 19 September, fenomena pergerakan tanah itu berdampak pada 170 KK/647 jiwa. Sebanyak 246 unit rumah terdampak, sedikitnya 9 unit rumah rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang.

BPBD Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna penyelamatan warga, pendataan dan melakukan upaya untuk menimimalisir kemungkinan terburuk.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan Indonesia, BMKG Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspada

"Sementara listrik telah dipadamkan guna menghindari adanya hubungan arus pendek maupun hal lain yang tidak diinginkan. Jalan darurat juga sedang dibangun oleh swadaya masyarakat. Kondisi saat ini pergerakan tanah masih terjadi dan situasi masih belum kondusif," katanya.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BREAKING NEWS: Gempa Magnitude 6,2 Guncang Jember

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:45 WIB
X