• Senin, 27 Juni 2022

Penjelasan dr Zaidul Akbar Tentang Kenapa Hati Disebut Panglima Oleh Rasulullah SAW

- Jumat, 26 November 2021 | 10:35 WIB
dr Zaidul Akbar saat menyampaikan dakwah kesehatannya. // YouTube
dr Zaidul Akbar saat menyampaikan dakwah kesehatannya. // YouTube

KABARFAJAR-Shalat dikerjakan dengan hati yang khusyuk. Penuh harap kepada Allah SWT, penuh cinta kepada Allah SWT, penuh perasaan kepada Allah SWT, penuh makna dalam setiap bacaan dan gerakan.

Menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah SWT serta kasih sayang Allah SWT dalam setiap bacaan dan gerakan shalat tersebut akan menjadi shalat yang terbaik.

Begitu juga dengan makan, jika dinikmati dengan perasaan syukur, memaknai kebesaran Allah SWT dari setiap jenis ragam makanan sesuai contoh Rasulullah SAW.

Baca Juga: Bolehkah Berhubungan Intim dengan Istri yang Belum Mandi Besar Setelah Haid? Ini Kata Buya Yahya

Seperti makan untuk bisa kuat beribadah kepada Allah SWT, makan itu kebutuhan tubuh bukan sekedar nafsu maka makan tadi akan bermakna.

Jika hati lagi berpenyakit dan bermasalah akibatnya banyak penyakit hati yang sengaja atau tidak sengaja disimpan makan shalat akan jadi gerakan tanpa makna.

Baca Juga: Hasil Matchday 5 dan Klasemen Sementara Europa League: Ketat di Grup C, 11 Klub Amankan Slot di Babak Gugur

Kewajiban yang dilakukan dengan cinta kepadaNya, tak memberi makna dan pengaruh kepada yang mengerjakan dan demikian juga dengan makanan tadi.

Makan dengan tidak beradab, makan dengan hati yang bermasalah, makan hanya sekedar nafsu untuk memenuhi selera lidah dan tidak banyak gizi yang bermanfaat.

Halaman:

Editor: Farid Wudjy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Uji Coba Fitur Notes pada Aplikasi Twitter

Kamis, 23 Juni 2022 | 12:48 WIB
X